Ternyata Belajar Jepang di BINUS Nggak Cuma Soal Bahasa!
Jakarta, 11 September 2026 – Siapa bilang belajar Jepang hanya tentang bahasa? Hal tersebut menjadi salah satu insight yang diperkenalkan melalui Workshop Japanese Popular Culture Department X Ramen Mania yang diselenggarakan oleh Japanese Popular Culture Department BINUS University di Ramen Mania, Lippo Mall Nusantara.
Menghadirkan para guru Bahasa Jepang dari berbagai SMA, kegiatan ini mengajak peserta mengenal budaya Jepang melalui pengalaman kuliner sekaligus mendapatkan informasi mengenai berbagai program dan peluang yang ditawarkan Japanese Popular Culture Department BINUS University. Para guru juga diharapkan dapat membawa informasi tersebut kembali ke sekolah dan membagikannya kepada para siswa.
Kegiatan diawali dengan opening speech dari Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., selaku Dean of Faculty of Humanities BINUS University, yang menyambut para peserta dan membuka rangkaian workshop.
Serunya Belajar Jepang lewat Ramen dan Sushi

Workshop diawali dengan pengalaman membuat ramen dan sushi secara langsung menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan. Peserta juga berkesempatan melihat proses memasak secara langsung di area dapur Ramen Mania sebelum menikmati hidangan hasil kreasi mereka sendiri.
Pengalaman ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenal budaya Jepang secara lebih dekat bahwa pembelajaran Japanese Popular Culture dapat hadir melalui berbagai aspek kehidupan, termasuk kuliner.
Lebih dari Sekadar Bahasa Jepang
Keseruan workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari tim Marketing BINUS University dan Dr. Rudi Hartono Manurung, S.S., M.Si., selaku Head of Japanese Popular Culture Department, mengenai berbagai program dan kesempatan yang dapat diperoleh mahasiswa, mulai dari enrichment program, internship, study abroad, hingga scholarship.
Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa Japanese Popular Culture tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan kompetensi lain yang relevan dengan dunia profesional.

Hal ini mendapat respons positif dari Ani Ratnawati, guru dari SMA Labschool Jakarta, yang melihat adanya keunggulan dalam kombinasi kompetensi yang ditawarkan.
“Luar biasa ternyata jurusannya itu tidak hanya belajar bahasanya saja tetapi ada plus-plusnya. Belajar bisninya, ada IT-nya, jadi itu melengkapi untuk siswa sekarang bisa terjun ke dunia pekerjaan.”
Senada dengan Ani, Nurmelia dari SMA 22 Jakarta menilai konsep Japanese Popular Culture memberikan pilihan yang lebih luas bagi siswa. Ia juga menyoroti kesempatan internship dan study abroad yang dapat menjadi pengalaman berharga selama masa perkuliahan.
“Menurut saya itu menarik. Anak-anak jadi tahu arahnya, tidak monoton hanya mengajarkan bahasa Jepang. Di sini saya lebih tahu, saya sukanya ini, jadi harus ke sini.”
Sementara itu, Dina Yunita dari SMA Katolik Sang Timur Jakarta Barat, yang juga merupakan alumni Japanese Popular Culture, turut melihat perkembangan positif pada program dan partnership yang dimiliki jurusan, khususnya dalam mendukung kesempatan study abroad dan internship.
Bagi Abdul Muthalib dari SMA Kesatuan Bogor, berbagai kesempatan yang ditawarkan menjadi peluang yang patut dimanfaatkan oleh siswa untuk mempersiapkan masa depan.
Membawa Insight dari BINUS ke Sekolah

Setelah pemaparan, peserta mengikuti sesi tanya jawab untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai program studi, internship, study abroad, dan scholarship. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., selaku Dean of Faculty of Humanities BINUS University, turut menyampaikan closing statement kepada para peserta sekaligus mengapresiasi partisipasi para guru dalam workshop.
Melalui workshop ini, para guru tidak hanya mendapatkan pengalaman langsung mengenal budaya Jepang, tetapi juga membawa pulang informasi yang dapat dibagikan kepada siswa di sekolah masing-masing.
Dengan pendekatan yang menggabungkan pengalaman budaya, pembelajaran, dan peluang pengembangan diri, Japanese Popular Culture Department BINUS University menunjukkan bahwa belajar Jepang dapat menjadi langkah awal menuju pengalaman internasional, kompetensi yang lebih luas, dan berbagai peluang karier di masa depan.
Comments :