Global Business Chinese Memperkenalkan Budaya Tionghoa Melalui Program ”Mandarin as Compulsory Subject” di SMA Kolese Kanisius Jakarta
Dalam upaya memperkaya kompetensi global siswa, Kolese Kanisius menetapkan Bahasa Mandarin sebagai salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa kelas IX, X, & XI. Untuk mendukung program ini, sekolah menjalin kerja sama dengan Global Business Chinese, Program Studi Sastra China BINUS University, sejak Agustus 2025.
Program bertajuk “Mandarin as Compulsory Subject” ini bertujuan untuk memperluas wawasan generasi muda Indonesia terhadap bahasa dan budaya Tiongkok, melalui pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga aspek budaya.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, pada tanggal 16 dan 20 April 2026, siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan budaya tradisional Tiongkok. Kegiatan ini meliputi Chinese mask painting, Chinese paper cutting, dan Chinese blow painting, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan aplikatif.
Dalam kegiatan Chinese mask painting, siswa melukis topeng opera Tiongkok dengan berbagai motif dan warna yang sarat makna filosofis. Sementara itu, Chinese paper cutting, yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek, mengajak siswa menggunting kertas lipat menjadi berbagai bentuk artistik yang akan terlihat ketika dibuka. Adapun Chinese blow painting menawarkan pengalaman yang unik, di mana siswa menciptakan karya seni abstrak dengan cara meniup tinta di atas permukaan kertas sehingga menghasilkan karya abstrak yang indah.



Melalui metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan interaktif, para dosen berhasil membangun suasana kelas yang dinamis dan penuh antusiasme. Pendekatan ini juga mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin sejak dini.
Program ini tidak hanya mencerminkan komitmen Global Business Chinese BINUS University dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Tiongkok pada generasi muda Indonesia, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Ke depan, kerja sama seperti program ”Mandarin as Compulsory Subject” diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang untuk memperkenalkan budaya Tionghoa secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia.

Comments :