Dari Kampus Menuju Karier: Perjalanan Denise Menembus Dunia Profesional

Bagi Denise Ann, belajar di Japanese Popular Culture (dahulu Sastra Jepang) bukan hanya tentang memahami bahasa dan budaya Jepang, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun karier yang terus berkembang. Sebagai Binusian 2014, Denise kini telah berkarier di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) selama hampir tujuh tahun.
Selama berkarier di ERIA, Denise telah berpindah ke beberapa unit dengan fokus yang berbeda. Ia mengawali kariernya di Economics Unit, tempat ia bekerja bersama para peneliti di bidang perdagangan serta ekonomi makro dan mikro. Setelah itu, ia bergabung dengan Policy Design yang berfokus pada penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah negara-negara ASEAN. Kini, Denise berada di Healthcare Division yang memiliki fokus serupa, khususnya dalam penyusunan rekomendasi kebijakan bagi kementerian kesehatan di negara-negara ASEAN.
Memilih Japanese Popular Culture sebagai Langkah Awal

Ketika memilih jurusan kuliah, Denise sempat mengalami dilema. Pada akhirnya, ia memilih Japanese Popular Culture (dahulu Sastra Jepang) karena melihat peluang karier yang cukup luas, terutama dengan banyaknya perusahaan Jepang yang beropersi di Indonesia.
Selama kuliah, Denise menyadari bahwa pembelajaran di Japanese Popular Culture tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa. Ia juga mempelajari budaya, sejarah, teknologi, pola pikir, hingga kehidupan masyarakat Jepang.
Baginya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai Jepang sekaligus membentuk pola pikir yang berguna ketika memasuki dunia profesional.
Membawa Pembelajaran Kuliah ke Dunia Kerja
Salah satu materi kuliah yang paling terasa manfaatnya bagi Denise adalah Japanese Office Culture. Materi mengenai etika dalam rapat, pertukaran kartu nama, hingga penggunaan bahasa formal menjadi bekal yang dapat langsung diterapkan ketika memasuki dunia kerja.
Meskipun belum pernah bekerja di Jepang, Denise memulai kariernya di perusahaan Jepang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai etika dan kebiasaan profesional Jepang menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya di lingkungan kerja.
Mengembangkan Kemampuan di Luar Bahasa Jepang
Seiring perjalanan kariernya, Denise menyadari bahwa kemampuan bahasa saja tidak cukup untuk menghadapi dunia profesional yang semakin dinamis.
Menurutnya, ketika ia masih berkuliah, kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang bahasa dan sastra masih terbatas. Padahal, keterampilan seperti business management, design, technology, dan marketing juga relevant untuk menunjang karier profesional.
Hal tersebut menjadi salah satu tantangan yang ia rasakan ketika memasuki dunia kerja. Dari pengalaman tersebut, Denise belajar bahwa mahasiswa perlu membangun kompetensi tambahan yang dapat melengkapi kemampuan utama mereka. Menurut Denise, dengan berpartisipasi aktif di kegiatan himpunan dan mendaftarkan diri di berbagai seminar atau workshop yang disediakan oleh pihak jurusan dan kampus dapat menjadi salah satu opsi untuk mahasiswa yang ingin meningkatkan dan menambahkan kompetensi diri.
Di antara berbagai kemampuan tersebut, Denise menilai analytical skills dan pola pikir menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja.
Mempersiapkan Diri Menghadapi Perubahan
Melihat perkembangan industri saat ini, Denise menilai bahwa mahasiswa Japanese Popular Culture perlu memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai teknologi dan isu global.
Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat kemampuan teknologi semakin relevan, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki latar belakang teknologi. Selain teknologi, sustainability juga menjadi salah satu isu yang perlu mulai dipahami oleh mahasiswa.
Bagi Denise, pembelajaran mengenai bahasa, budaya, dan sastra Jepang tetap penting, tetapi akan semakin kuat ketika dikombinasikan dengan pengetahuan mengenai teknologi, sustainability, dan berbagai bidang lainnya.
Memanfaatkan Kesempatan untuk Berkembang
Pengalaman selama kuliah juga tidak terlepas dari berbagai fasilitas dan kesempatan yang diberikan program studi. Menurut Denise, keberadaan dosen maupun mahasiswa/i native speaker sangat membantu mahasiswa membiasakan diri dengan cara berbicara dan berkomunikasi dalam bahasa Jepang sehari-hari.
Selain itu, standar kemampuan bahasa seperti JLPT N2 juga menjadi bekal yang semakin penting di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Bagi Denise, kemampuan bahasa yang kuat dapat menjadi fondasi, tetapi mahasiswa juga perlu terus meningkatkan kompetensi lainnya agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri.
Membangun Koneksi Sejak di Bangku Kuliah
Menurut Denise, membangun jaringan (networking) dengan alumni dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas peluang karier. Mencari pekerjaan tidak selalu hanya melalui LinkedIn atau job portal. Tidak jarang, informasi dan peluang juga datang melalui koneksi dan rekomendasi dari orang lain, salah satunya melalui alumni. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk mulai membangun dan menjaga hubungan dengan alumni bahkan sebelum lulus.
Keberadaan IKA Japanese Department juga menjadi salah satu bentuk jaringan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan alumni untuk saling terhubung serta berbagi pengalaman.
Terus Belajar, Terus Berkembang

Bagi mahasiswa yang ingin membangun karier di dunia korporat, Denise memiliki satu pesan utama: jangan pernah berhenti belajar.
Menurutnya, mahasiswa perlu membuka diri terhadap berbagai bidang ilmu dan tidak membatasi proses belajar hanya pada satu rumpun. Semakin luas pengetahuan yang dimiliki, semakin banyak pula perspektif yang dapat dibawa ke dalam dunia profesional.
“Teruslah belajar tanpa membatasi diri pada satu bidang. Jelajahi berbagai ilmu, perluas perspektif, dan biarkan pengetahuan membawa kita setinggi mungkin.”
Perjalanan Denise menunjukkan bahwa Japanese Popular Culture dapat menjadi lebih dari sekadar pintu untuk memahami bahasa dan budaya Jepang. Dengan analytical skills, pola pikir yang kuat, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar, pengalaman selama kuliah dapat menjadi bekal untuk membuka berbagai peluang dan membangun karier di beragam bidang profesional.
Dari ruang kelas hingga dunia kerja, setiap pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, berkembang, dan menemukan arah karier!
Comments :