Pada 11 Mei 2026, kegiatan International Week 2026 bertema “Step into Indonesia: Language & Culture Experience”diselenggarakan di BINUS Square sebagai bagian dari pengalaman pertukaran budaya bagi peserta internasional. Melalui rangkaian kegiatan interaktif bertajuk Culinary & Art Workshop, para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia melalui kuliner tradisional dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. 

Salah satu kegiatan utama dalam workshop ini adalah pembuatan Wedang Uwuh, minuman tradisional khas Jawa yang berasal dari Yogyakarta. Dalam sesi pengenalan budaya, peserta mempelajari filosofi Wedang Uwuh yang secara harfiah berarti “minuman sampah” karena terdiri dari berbagai rempah yang tampak seperti tumpukan daun dan kayu ketika direbus bersama. Meski namanya unik, minuman ini dikenal memiliki manfaat kesehatan serta aroma rempah yang khas dan menenangkan.  

Para peserta diperkenalkan dengan berbagai rempah tradisional Indonesia seperti jahe, serai, kayu manis, kayu secang, cengkeh, daun cengkeh, dan gula palem. Tidak hanya melihat, peserta juga diajak menyentuh dan mencium aroma rempah secara langsung sehingga pengalaman belajar budaya terasa lebih nyata dan menyenangkan. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan demo memasak oleh chef dari Hotel Management BINUS University menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris agar mudah dipahami oleh peserta internasional. Chef mendemonstrasikan proses pembuatan Wedang Uwuh mulai dari memanggang jahe, merebus rempah-rempah, hingga menghasilkan minuman herbal hangat berwarna merah alami dari kayu secang.  

Antusiasme peserta semakin terasa saat sesi praktik dimulai. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan bekerja sama membuat Wedang Uwuh secara langsung. Melalui aktivitas ini, peserta tidak hanya belajar mengenai budaya Indonesia, tetapi juga mempraktikkan komunikasi lintas budaya dan kerja sama tim dalam suasana yang menyenangkan.  

Selain workshop minuman tradisional, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Roti Buaya, roti khas Betawi berbentuk buaya yang identik dengan tradisi pernikahan adat Betawi. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa buaya dipilih sebagai simbol kesetiaan karena dipercaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Filosofi tersebut menjadikan Roti Buaya sebagai lambang cinta, kesetiaan, dan stabilitas dalam kehidupan rumah tangga.  

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) yang menggabungkan pembelajaran bahasa dengan pengalaman budaya secara langsung dan aplikatif.  

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian souvenir khas Indonesia berupa bookmark batik dan reusable drawstring bag kepada seluruh peserta. Momen ini menjadi simbol pertukaran budaya sekaligus kenang-kenangan dari pengalaman belajar budaya Indonesia selama International Week 2026.